Tampil Anggun dengan Baju Muslim Cantik Modern

Posted by Unknown Minggu, 05 Mei 2013 0 komentar


GAYA BUSANA MUSLIM - Banyaknya penyedia baju muslim cantik modern menunjukkan perkembangan model untuk jenis pakaian ini kian maju. Hal ini tidak lebih dikarenakan oleh peranan para desainer yang perlahan dan pasti memberikan beberapa sentuhan seni di setiap detail yang dimiliki tanpa harus mengabaikan norma-norma yang harus dipenuhi. 

Berbagai motif pun ditawarkan dengan perpaduan warna yang begitu solid sehingga menciptakan busana yang terlihat modis kala digunakan.


Berbicara tentang baju muslim cantik modern tentu tidak akan terlepas dari perkembangan model yang sedang tren saat ini. 

Model tumpuk dengan menggunakan bahan lembut dipercaya masih banyak diminati oleh sebagian besar wanita terutama untuk acara yang sifatnya resmi seperti pernikahan atau resepsi di kantor. Atau model penggunaan warna yang beragam juga layak dicoba dikarenakan perpaduan warna tersebut sangat serasi.


Bagaimana Memillih Baju Muslim Cantik Modern

Meskipun banyak model yang ditawarkan oleh beberapa penyedia baju muslim cantik modern, bukan berarti anda sembarangan dalam memilih. Dibutuhkan beberapa pertimbangan yang harus dilakukan agar busana yang telah dibeli dapat dikenakan dengan nyaman.



Salah satunya saat membeli baju muslim cantik modern adalah menyesuaikan dengan kepribadian. 

Jika pribadi anda adalah orang yang ceria, pilihlah warna-warna cerah dengan penggunaan cutting yang tidak terlalu banyak. Meskipun terlihat sederhana, namun kesan perpaduan warna yang ditampilkan akan memberikan penampilan lebih segar tanpa harus pusing dengan potongan yang diberikan.




Langkah selanjutnya adalah menyesuaikan dengan postur tubuh. 

Hindari penggunaan busana muslim yang ketat yang menonjolkan lekuk tubuh. Selain menyalahkan aturan yang diawajibkan juga akan memberi kesan jelek bila dikenakan. Dan jangan pula memilih baju muslim cantik modern yang cenderung sangat loggar yang justru akan membuat anda tenggelam pada busana tersebut.



Terakhir, sesuaikan dengan dana yang dimiliki untuk membeli satu set busana muslim. 

Tak perlu fokus kepada merk ternama hanya agar terlihat ekslusif saat mengenakannya padahal dana yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Asal tahu bagaimana memadupadankan busana dengan beberapa aksesoris akan membuat penampilan menjadi lebih modis tanpa harus mengeluarkan biaya lebih untuk itu.


Sumber :  http://www.gamisterbaru.com/




Baca Selengkapnya ....

8 Syarat Pakaian Wanita Muslimah

Posted by Unknown Jumat, 03 Mei 2013 0 komentar


GAYA BUSANA MUSLIM - Delapan Syarat Pakaian Wanita Muslimah-Pakaian wanita memang seyogyanya harus selalu diperhatikan. Diperhatikan di sini bukanmaksudnya selalu mengikuti trend atau apalah gaya-gaya yang berbusana yang ada sekarang. Boleh gaya asalkan itu sesuai dengan syariat Islam.

Sungguh Islam, adalah separangkat aturan yang sempurna bagi Ummat Manusia. Islam telah memberikan rambu-rambu yang jelas bagi ummat manusia termasuk di dalamnya adalah kaum wanita. Di dalam berapakain, Islam juga telah memberikan aturan yang jelas. Aturan yang haq, paling benar demi menuju keselamatan.



Setidaknya ada delapan aturan 
Yang mengikat wanita muslimah di saat ingin mengenakan pakaian :


1. Pakaian Wanita Harus Menutupi Aurat.

Telah berkata Aisyah .ra 
“Sesungguhnya, Asma’binti Abu Bakar menemui Nabi saw dengan memakai busana yang tipis” 
Maka nabi berpaling daripadanya dan bersabda :
“Wahai Asma’ , sesungguhnya apabila wanita itu telah baligh (sudah haid) tidak boleh dilihat daripadanya kecuali ini dan ini , sambil mengisyaratkan kepada muka dan tapak tangannya”


2. Pakaian Wanita Tidak Boleh Terlalu Tipis.

Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” 
(HR.Muslim)
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, 
“Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” 
(Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, 125-126)


3. Pakaian Wanita tidak boleh sempit sehingga menampakkan bentuk-bentuk tubuh.

Pakaian wanita di sini maksudnya harus longgar. Ini sebenarnya yang banyak juga mengundang keprihatinan kita terhadap kondisi wanita-wanita sekarang ini. 

Mereka dengan percaya dirinya mengatakan dirinya telah menutupi auratnya di saat mengenakan jilbab yang dimodifikasi tetapi biasanya masih menggunakan celana jeans, dan biasanya dipadukan dengan hanya memakai baju kaos. 

Ini merupakan cara berpakaian yang salah, walaupun mereka telah mengenakan khimar atau penutup kepala, tetapi yang bermasalah adalah celana jeans dan baju kaos yang mereka gunakan. Celana jeans dan baju kaos dapat membentuk lekuk tubuh sehingga tidak termasuk pakaian yang syar'i.


4. Anjuran Memakai Pakaian yang Berwarna Gelap atau yang semisalnya.

Menurut Ibnu Kathir di dalam tafsirnya pakaian wanita-wanita pada zaman Nabi saw ketika mereka keluar rumah berwarna hitam atau yang berwarna abu-abu.



5. Pakaian yang digunakan Tidak boleh disemprotkan parfum.

Sebagaimana aturan bahwa wanita tidak boleh memakai parfum di saat keluar rumah, begitu pula kaidah untuk pakaian yang wanita gunakan.

Hal ini dikarenakan parfum diperuntukkan untuk pria di saat keluar rumah. Dilarangnya wanita untuk memakai parfum di saat keluar rumah adalah karena Islam sangat menjaga harkat dan martabat Wanita. 

Selain itu, larangan memakai parfum bagi wanita juga untuk menghindarkan wanita dari pengaruh fitnah.
yang memakai bau-bauan ketika keluar rumah sehingga lelaki mencium baunya disifatkan oleh Rasulullah saw sebagai zaniyah, yakni pelacur atau penzina.
“Wanita apabila memakai wangi-wangian , kemudian berjalan melintasi kaum lelaki maka dia itu begini dan begini iaitu pelacur ” 
(Riwayat Abu Dawud dan Tirmizi).


6. Pakaian Wanita tidak boleh menyerupai pakaian pria.

Hal ini disandarkan pada hadits dari Rasulullah SAW :
“Rasulullah saw telah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai lelaki”
(Riwayat Bukhari)


7. Pakaian itu bukanlah libasu sh-shuhrah, yakni pakaian untuk bermegah-megah.

Pakaian ini biasanya dimaksudkan untuk menunjuk-nunjuk atau bergaya. 
“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” 
(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)


8. Pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan).

Gambar makhluk juga termasuk perhiasan. Jadi, hal ini sudah termasuk dalam larangan bertabaruj sebagaimana yang disebutkan dalam syarat kedua di atas. Ada pula dalil lain yang mendukung hal ini.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, 
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahku, lalu di sana ada kain yang tertutup gambar (makhluk bernyawa yang memiliki ruh,)"
Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung merubah warnanya dan menyobeknya. 

Setelah itu beliau bersabda, 
”Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah yang menyerupakan ciptaan Allah.” 
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan ini adalah lafazhnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An Nasa’i dan Ahmad)


Sumber :  berbicarawanita.blogspot.com




Baca Selengkapnya ....

Muslimah Yang Cantik Pribadinya

Posted by Unknown Kamis, 02 Mei 2013 0 komentar


GAYA BUSANA MUSLIM - Setiap wanita senantiasa mendambakan kecantikan fisik. Tetapi ingat, kecantikan dari dalam yang lebih dikenal dengan istilah inner beauty adalah hal yang lebih penting daripada kecantikan fisik belaka. 

Karena, apa gunanya seorang muslimah cantik fisik tetapi tidak memiliki akhlak terpuji. Atau apa gunanya cantik fisik tetapi dibenci orang-orang sekitar karena tindak-tanduknya yang tidak baik. Karena itu, kecantikan dari dalam memang lebih diutamakan untuk menjaga citra diri seorang muslimah.

Lalu seperti apa sih muslimah yang cantik pribadinya itu, berikut ulasanya :


Menjaga kecantikan dari dalam berarti menjaga etika dan budi pekerti baik, 

Serta menggunakan anggota tubuh untuk hal-hal yang baik berdasarkan sudut pandang syariat Islam. Allah pun dengan tegas menyatakan bahwa antara ciri hamba-Nya yang baik adalah mereka yang baik ucapannya. Mereka yang apabila dihina atau dicaci oleh orang yang jahil atau tidak berilmu, mereka tidak membalasnya kecuali dengan kata-kata baik dan lemah lembut. 

Alloh berfirman disurat Al-Furqan ayat 63, yang artinya.
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang- orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan.”



Muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan-perkataan tidak bermanfaat. 

Sebagaimana Rosululloh bersabda,
 “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” Mengenai hadits ini, Imam Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan, “Kebanyakan pendapat yang ada tentang maksud meninggalkan apa-apa yang tidak penting adalah menjaga lisan dari ucapan yang tidak berguna.”
Dalam Ad-Daa`wa Ad-Dawaa`, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menerangkan lebih lanjut, bahwa 
  • Menjaga lisan adalah agar jangan sampai seseorang mengucapkan kata-kata yang sia-sia. Apabila dia berkata hendaklah berkata yang diharapkan terdapat kebaikan padanya dan manfaat bagi agamanya. 
  • Apabila dia akan berbicara hendaklah dia pikirkan, apakah dalam ucapan yang akan dikeluarkan terdapat manfaat dan kebaikan atau tidak? 
  • Apabila tidak bermanfaat hendaklah dia diam, dan apabila bermanfaat hendaklah dia pikirkan lagi, adakah kata-kata lain yang lebih bermanfaat atau tidak? 
Supaya dia tidak menyia-nyiakan waktunya dengan yang tidak bermanfaat.”



Menjauhi perbuatan ghibah 

Yang berkaitan erat dengan lisan yang mudah bergerak dan berbicara. Maka hendaknya para muslimah memperhatikan apa-apa yang diucapkan. Jangan sampai terjatuh dalam perbuatan ghibah yang tercela. 

Bila setiap wanita muslim bisa menjaga lisan dari mengganggu atau menyakiti orang lain, insya Alloh mereka akan menjadi seorang muslimah sejati. sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim bahwa Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 ”Seorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
Pun demikian dengan anggota tubuh lainnya, seperti mata. Untuk menjadikan sepasang mata yang indah dan mempesona, maka pandanglah kebaikan-kebaikan dari orang-orang, jangan mencari-cari keburukan mereka. Allah berfirman mengenai hal ini disurat al-Hujurat ayat 12, artinya
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”
Dan terpenting lagi, mempergunakan mata untuk hal-hal yang diridhai Allah dan Rasul-Nya. Hal ini berarti tidak menggunakan mata untuk bermaksiat. Pandangan mata adalah mata air kemuliaan, bukan menjadikannya duta nafsu syahwat sesaat.

Betapa banyak manusia mulia yang didera nestapa dan kehinaan, hanya karena mereka tidak dapat mengendalikan mata. Yaitu ketika matanya tidak dapat lagi menyebabkan seseorang menjadi bersyukur atas anugerah nikmat, karena dipergunakan secara zhalim. 

Seseorang muslimah yang menjaga pandangan berarti dia menjaga harga diri dan kemaluannya. Barangsiapa yang mengumbar pandangannya, maka akan terjerumus ke dalam kebinasaan. Inilah mengapa Rosul menegaskan,
 “Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian.”
Lalu peliharalah telinga dari mendengarkan musik, gosip, kata-kata keji dan sesat, atau menyebutkan kesalahan-kesalahan orang. Telinga diciptakan untuk mendengarkan Kalam Alloh dan instruksi-instruksi Rosululloh. Sepasang telinga yang indah dan baik adalah yang bisa mengambil manfaat ilmu-ilmu keislaman.

Selanjutnya tangan, tangan yang baik adalah tangan yang diulurkan untuk membantu dan menolong sesama muslim, serta bersedekah dan berzakat. Kita diberi dua tangan; satu untuk membantu kita dan satu lagi untuk membantu orang lain. Lalu Islam juga mengajarkan bahwa tangan ‘di atas’ lebih baik dari tangan ‘di bawah’. 

Tentang hal ini, suatu ketika, Rasul ditanya oleh para istrinya,   “Siapakah di antara kami yang pertama kali akan menemui engkau kelak?” 
Dengan suara bergetar, Nabi menjawab,  “Tangan siapa di antara kalian yang paling panjang, itulah yang lebih dahulu menemuiku.”
“Tangan paling panjang” yang dimaksud Rasululloh adalah yang gemar memberi sedekah kepada fakir miskin.

Maka, jaga baik-baik kedua tangan, jangan dipergunakan untuk memukul seorang muslimah lainya, dipakai untuk mengambil barang haram ataupun mencuri, jangan dipergunakan untuk menyakiti makhluk ciptaan Allah, atau dipergunakan untuk mengkhianati titipan atau amanah. Atau untuk menulis kata-kata yang tidak diperbolehkan.


Kemudian kedua kaki yang ‘indah’ adalah yang dipergunakan untuk mendatangkan keridhaan Alloh. Jagalah kedua kaki untuk tidak berjalan menuju tempat-tempat yang diharamkan atau pergi ke pintu penguasa yang kafir. 

Karena hal itu adalah kemaksiatan yang besar dan sama saja dengan merendahkan diri muslimah. Lalu jangan sekali-kali mempergunakan kaki untuk menyakiti saudara-saudari muslimah, pergunakanlah untuk berbakti kepada Allah, misalnya dengan :
  • Mendatangi masjid, 
  • Mendatangi Tempat-tempat pengajian, berjalan untuk menuntut ilmu agama serta 
  • Menyambung tali silaturahim, atau 
  • Melangkahkannya untuk berjihad di jalan-Nya.

Rasul bersabda,
“Barangsiapa yang kedua telapak kakinya berdebu di jalan Alloh, maka haram atas keduanya tersentuh api neraka.” 
Beliau menerangkan lagi, “Allah akan menjamin orang yang keluar (berjuang) di jalan-Nya, 
Seraya berfirman: 
“Sesungguhnya orang yang berangkat keluar untuk berjihad di jalan-Ku, karena keimanan kepada-Ku dan membenarkan (segala ajaran) para Rasul-Ku, maka ketahuilah bahwa Akulah yang akan menjaminnya untuk masuk ke dalam surga.”
Demikian pula dengan segenap anggota tubuh lainnya. Semuanya akan nampak indah serta mempesona apabila dipergunakan dalam rel ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kecantikan fisik seorang muslimah bahkan sangat dipengaruhi kecantikan batin. Untuk mendapatkan tubuh yang ramping, maka cobalah untuk berbagi makanan dengan orang-orang fakir-miskin.

Kecantikan sejati seorang muslimah tidak terletak pada keelokan dan keindahan fisik atau keindahan pakaiannya. Kecantikannya sangat dipengaruhi perilaku dan ketaatannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Kecantikan sebenarnya direfleksikan dalam hati dan jiwanya.

Maka jadikan malu karena Allah sebagai perona pipinya. 
  • Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya. 
  • Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat. 
  • Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akhirat. 
  • Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu. 
  • Tangannya selalu berbuat baik kepada sesama. 
  • Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah. 
  • Gelangnya adalah tawadhu. 
  • Kalungnya adalah kesucian, dan 
  • Seluruhnya dibalut oleh hijab sebagai perisai bagi kehormatanya . 


Wallahu ’alam.

Sumber :  http://kultum.net




Baca Selengkapnya ....

7 Profesor Barat Masuk Islam Karenanya.

Posted by Unknown Selasa, 30 April 2013 0 komentar

Illustrasi
Dengan Jilbabnya Ia pun Mampu Berdakwah

GAYA BUSANA MUSLIM - Kisah yang satu ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak potret kehidupan seorang wanita muslimah yang begitu bangga dan merasa terhormat dengan agama yang selama ini ia telah hadir mewarnai perjalanan hidupnya . Seorang muslimah yang di hatinya terdengar keras detak syiar agama Allah .

Itualah hati yang mampu mengenal Allah dan Rasul Nya sehingga keraguan tak pernah lagi dijumpai di dalamnya. Dialah sosok seorang wanita muslimah yang hatinya selalu selalu memikul tanggung jawab da’wah. Namun sayang figur semacam ini ternyata langka untuk kita temukan. Ya memang sangat langka sekali.

Ummu Abdul Aziz, begitulah wanita ini biasa disapa dalam kesehariannya. 
Suaminya seorang dokter yang tinggal di kota Riyadh, Saudi Arabia.

Pada satu kesempatan, Ummu Abdul Aziz harus menyertai suaminya untuk menghadiri salah satu konferensi medis yang diselenggarakan di salah satu negara Eropa. Dengan langkah pasti ia iringi keberangkatan sang suami. Ya, ia sadar sekali bahwa Tuhan yang selama ini ia sembah di negaranya tak lain adalah Tuhan yang akan ia jumpai di negera eropa tersebut. 

Tuhan yang satu, Allah. Demikian pula halnya kaum Pria yang ia jumpai nya di negara asalnya, Arab Saudi. Oleh karena itu , setibanya di negara tujuan, kondisinya tidak berubah sedikitpun.

Komitmennya untuk senantiasa melaksanakan segala perintah Tuhannya ia selalu pegang dengan baik. Hal ini nampak terlihat jelas dari cara ia berpakaian. Potongan kain yang dikenakannya menutupi seluruh anggota tubuhnya.. 

Illustration

Ya Ummu Abdul Azis mengenakan pakaiannya secara lengkap sehingga tidak tak sedikitpun anggota tubuhnya yang dapat terpandang mata, meskipun ia berada di kawasan Eropa yang identik dengan mode-mode pakaian masa kini . 

Oleh karenanya wajar apabila masyarakat Eropa yang menjumpainya merasa heran dengan pemandangan yang sangat asing seperti yang ia tampakkan. Ia pun mulai menjadi pusat perhatian, seakan-akan bertanya
” Makhluk apakah yang ada di balik kain hitam ini?” 
Benar-benar pemandangan yang sungguh aneh bagi mereka. 


Pada suatu hari, beberapa wanita Eropa berkumpul mendatanginya. Rata-rata mereka adalah para profesor yang bisa dibilang sudah cukup berumur. Dialogpun akhirnya berlangsung di antara mereka (Qadaralllah ummu Abdul Aziz mampu berbahasa Inggris). 

Dengan begitu beraninya salah seorang dari mereka mengajukan sebuah pertanyaan ,
Kamu pasti berpenampilan seperti ini hanya untuk menyembunyikan cacat di badanmu bukan ?  
Atau mungkin sekedar menutupi wajahmu yang nampak tidak cantik ?? 

Ya kiranya anggapan seperti itulah yang tertanam di benak mereka selama ini terhadapnya. Ummu Abdul Azis angsung membawa mereka ke salah satu sudut ruangan , lalu membuka cadar yang selama ini menutupinya wajahnya. 

Ternyata ia nampak sebagaimana wanita normal pada umumnya , tanpa ada cacat sedikitpun sebagaimana dugaan mereka. Bahkan mungkin parasnya lebih cantik dari wanita biasanya, insya Allah. Kesempatan ini tentu tidak ia biarkan berlalu begitu saja tanpa menyampaikan sesuatu kebenaran.

Setelah memperlihatkan wajahnya , Ummu Abdul Azis langsung mulai masuk ke pembicaraan inti. Ia jelaskan kepada mereka bagaimana Islam memposisikan wanita . 

Ia paparkan sejauh mana penghormatan dan aparesiasi agama Allah ini terhadap kaum Hawa selain ia berikan gambaran tentang ajaran agama Islam secara umum.


Tahukah apa yang terjadi setelah itu ? 

Ya setelah tiga jam berlalu, sebanyak tujuh dari sepuluh Professor wanita tadi langsung mengikrarkan keislaman mereka! 

Tak lain karena Ummu Abdul Aziz atas izin Allah! Bayangkan tujuh orang Professor masuk Islam hanya dalam kurun waktu tiga jam setelah melakukan dialog.

Sebagai seorang muslimah Ummu abdul Aziz tidak merasa kecil sehingga menjadi asing dengan ajaran agamanya Kehadirannya di negara pengusung faham liberalisme yang jauh dari tata nilai sosial tersebut .

Ia tetap berpakaian muslimah sejati dan tidak mempengaruhinya untuk berganti pakaian super ketat dengan hiasan renda di sana-sini seperti perhiasan kejahiliyahan layaknya barang murahan.

Tujuh orang professor wanita menyatakan keislaman mereka . Allah pun meninggikan derajat mereka dengan agama ini. Agama yang selama ini menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi sosok seperti Ummu Abdul Aziz. 

Figur dari seorang muslimah yang berusaha untuk mengajak umat ini kepada jalan Allah. Ia fungsikan dirinya sebagai media turunnya hidayah bagi siapa yang Allah kehendaki. Dengan cara seperti ini ia mampu merubah pandangan minor mereka terhadap agama yang Allah ridhai ini.

La ilaha ilallah….
semoga Allah senantiasa memberikan taufikNya kepada dirimu, Ummu Abdul Aziz.
Allah jaga dirimu sehingga benar-benar bermanfaat bagi agama dan ummat ini. ..Amiin


Disadur dari isah tulisan: Muhammad Saleh Al Qathan - www.eramuslim.com


Baca Selengkapnya ....

Cara Memilih Busana Muslim saat HAMIL

Posted by Unknown 0 komentar



GAYA BUSANA MUSLIM - Berbusana muslimah / baju gamis tidak akan terikat oleh waktu ataupun keadaan. Oleh karena itu, dengan profesi dan kegiatan apa pun, anda sebagai muslimah harus tetap mengenakan busana muslim yang menutup aurat serta berjilbab. 

Termasuk pada saat Anda sedang hamil. Sebelum anda dapat menentukan baju gamis/ busana muslim mana  yang cocok bagi anda yang sedang hamil, akan lebih baik bila anda membaca tips mengetahui busana muslim apa yang cocok untuk dikenakan.


Berikut ini adalah beberapa tips 
Yang dapat anda gunakan untuk memilih busana muslim yang sesuai saat hamil :

1
Cari baju gamis/ busana muslim yang memiliki bahan yang nyaman dikenakan. Baju muslim / baju gamis berbahan katun adalah pilihan terbaik bagi anda dan bisa dikenalan diberbagai macam acara. 
2
Untuk langkah penghematan, anda lebih baik memilih atasan yang sekiranya dapat dikenakan kembali setelah anda melahirkan atau paling tidak dapat anda permak supaya bisa dipakai kembali. 
3
Busana muslim yang memiliki tali belakang mempunyai keuntungan tersendiri karena busana muslim model ini dapat anda besarkan atau kecilkan sesuai dengan kebutuhan. 
4
Model busana muslim dengan kancing yang terdapat pada bagian depan akan semakin mempercantik penampilan anda, keutungan lain yang bisa didapat adalah baju muslim ini masih bisa digunakan ketika fase menyusui. 
5
Model babydoll klasik memberikan kenyamanan tersendiri pada bagian perut karena memiliki model potongan yang cukup besar. 


6
Untuk bawahan, lebih disarankan untuk mengenakan celana panjang, apalagi sekarang telah banyak model yang memiliki kantong perut untuk kenyamanan janin anda. Lebih baik anda memiliki beberapa pilihan warna yang netral agar dapat dipadukan dengan atasan yang anda sukai. 
7
Celana dengan tali serut bisa juga dijadikan pilihan karena celana model ini dapat secara fleksibel mengikuti perkembangan janin atau kehamilan anda. Anda juga masih bisa mengenakan celana model ini walaupun anda telah melahirkan. Satu kekurangan dari celana ini adalah kesan berat yang ditimbulkan karena memiliki model pipa lebar dan lurus jatuh ke bawah. 
8
Bila anda lebih dengan mengenakan rok, maka disarankan untuk mengenakan model A line karena model ini dapat menimbulkan kesan feminim dan modis. Akan lebih baik bila anda memilih model dengan tali serut atau kancing geser karena anda masih dapat menggunakannya walaupun anda telah melahirkan. 
9
Jilbab cantik segiempat adalah salah satu pilihan jilbab yang dapat dengan manis berpadu pada setiap pilihan busana yang telah disebutkan diatas. 
10
Sebagai alternatif, anda dapat mengenakan jilbab pashmina untuk dipadukan dengan busana diatas karena jilbab dengan model ini sangat cocok dipadukan dengan berbagai macam jenis busana, anda hanya harus hati-hati terhadap pilihan warna yang akan dikenakan agar tidak terlalu terlihat norak.



Sepuluh tips di atas dapat anda jadikan pedoman dalam memilih busana muslim/baju gamis seperti apa yang dapat menyesuaikan dengan tingkat aktivitas anda saat hamil.


Sumber : doktercantik.com



Baca Selengkapnya ....

10 Strategi Syetan Untuk Membuka Aurat Wanita

Posted by Unknown Senin, 29 April 2013 0 komentar



GAYA BUSANA MUSLIM - Setan dalam menggoda manusia memiliki berbagai macam strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su'). 

Setan tahu persis kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah. Berikut ini tahapan-tahapannya.


1. Menghilangkan hijab (penutup)

Perubahan zaman dan budaya manusia menyebabkan pakaian lebih berfesyen dan semakin banyak baju yang merendahkan aurat. Pada tahap ini syaitan berbisik kepada wanita dengan berkata bahawa pakaian hanyalah sekadar hiasan dan tiada berpengaruh dengan agama. 

Justru itu, tidak mengapa sekiranya memakai pakaian yang membuka aurat. Namun, teknik ini tidak semestinya berkesan terutama kepada wanita yang berpendirian dan percaya bahwa memakai pakaian syar’i ialah satu ibadah dan bukan sekadar berfesyen. Jika hasutan ini gagal, syaitan akan beralih kepada strategi yang lebih licik seperti di bawah.

2. Membuka bahagian tangan

Aurat wanita meliputi seluruhnya kecuali muka dan tapak tangan. Seharusnya menjadi kebiasaan tapak tangan tidak ditutup. Jadi, syaitan mengambil kesempatan ini untuk menghasut wanita dengan berkata,
 “Tak mengapa jika memakai baju lengan pendek. Kamu masih pakai tudung.” 
Di pasaran pula banyak pakaian berlengan pendek terutamanya fesyen baru. Wanita yang terpedaya pun memakai baju lengan pendek dan ternyata ia kelihatan biasa pada pandangannya maupun pandangan seorang lelaki, lalu syaitan berbisik lagi, “Tidak mengapa kan..?”


3. Membuka leher dan dada

Setelah menjadi kebiasaan merendahkan sebagian lengan, datang lagi syaitan dan berbisik, 
“Tak mengapa kan membuka lengan. Sekarang ada fesyen baru yang merendahkan bahagian dada. Baju ini terbuka sedikit saja agar kamu tidak terasa panas. Orang pasti berkata biasa saja.” 
Wanita itupun memakailah baju tersebut, daripada merendahkan sedikit, sehingga yang nampak lagi bahagian dadanya.

4. Berpakaian tetapi bertelanjang

Tidak cukup dengan itu, syaitan membawa lagi idea baru. Kali ini syaitan berbisik, 
“Baju kamu itu dah biasa dah ramai orang yang pakai. Sekarang ini ada fesyen baru lagi. Baju ini tipis dan ketat saja. Boleh kamu tunjukkan bentuk badan kamu yang cantik itu. Tidak mengapa, sebab potongan baju ini masih panjang.” 
Maka wanita ini pun memakai baju berfesyen sebegitu sehingga menjadi kebiasaan malah baju yang dipakai semakin ketat dan jarang. Jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai kasiyat ‘ariyat (berpakaian tetapi telanjang).


5. Membuka sedikit

Setelah memakai pakaian ketat dan jarang, datang lagi syaitan dan berbisik, 
“Susah la kalau kamu pakaian ketat semacam ini. Bergerak pun terasa terbatasi. Apa kata kamu cuba kain yang telah dibelah sampai ke lutut. Nanti lebih senang kamu untuk duduk. Tidak mengapa kamu rendahkan sedikit saja yang penting kamu selera.” 
Maka dipakailah pakaian wanita yang terbelah. Ternyata ia memberi keluasan dan memudahkan dalam bergerak.

6. Membuka telapak kaki dan tumit

Syaitan berbisik lagi,
 “Sudah tak sesuai lagi kamu berpakaian begini. Kain ini masih bagus walaupun dibelah hingga lutut. Kamu potong saja lagi hingga di atas tumit. Kamu pendekkan kain ini sehingga atas tumit untuk memudahkan kamu berjalan.” 
Wanita terus mengikuti godaan syaitan ini dan memakai kain singkat serta ditambah pula dengan kasut tumit tinggi.

7. Membuka separuh betis

Sekarang, wanita ini sudah biasa memakai kain singkat dan ternyata masih kelihatan biasa pada pandangan orang. Syaitan berbisik lagi, 
“Fesyen kamu ni masih biasa saja. Orang macam tak kisahkan. Apa kata kamu cuba fesyen lain yang lebih menonjol. Di pasaran banyak kain skirt. Tak perlu beli yang sangat pendek. Yang separuh betis saja.” 
Sekarang ni syaitan sudah menjadi seperti penasihat peribadinya. Maka dituruti hasutan tersebut. Pada tahap ini tudung sudah tidak dipakai.


8. Membuka seluruh betis

Wanita ada terfikir, “Betulkah tindakan aku ni? 
Apakah tidak berselisih dengan wanita zaman nabi dulu?” 

Syaitan pula menggunakan muslihat dengan mengaitkan zaman dahulu dengan sekarang. 
Syaitan berkata, 
“Ahh!! Tidak.. Sekarang zaman dah berubah. Dulu lelaki tak suka kalau perempuan menampakkan auratnya, tetapi lelaki sekarang banyak yang suka. Yang seksi-seksi terutama, mesti tidak terlalu seksi tapi terbuka sedikit. Di pasaran banyak pakaian zaman sekarang yang menampakkan seluruh betis. Kalau kamu tidak ikut kamu akan ketinggalan zaman.” 
Maka pakailah wanita tersebut pakaian yang menampakkan seluruh betis.

9. Serba mini

Setelah pakaian menampakkan seluruh betis menjadi kebiasaan, datang lagi syaitan menghasut,
“Pakaian kamu perlu ada variasi. Jangan pakai yang seperti itu saja. Kamu perlu pakai skirt mini. Kamu akan nampak lebih seksi dan menawan.” 
Maka pakailah wanita ini skirt mini malahan bukan skirt saja yang mini, bajunya, skirtnya, semuanya dah menjadi kecil dan seksi. Bajunya juga sudah bervariasi seperti berlengan pendek, merendahkan sebagian dada dan sebagian pehanya. 

Ada yang dikhaskan untuk berpesta, bersosial, pakaian kerja, pakaian rasmi, pakaian malam dan sebagainya.

10. Hampir semua terbuka

Muncul pula keinginan untuk mandi di kolam renang terbuka dan pantai. Syaitan berbisik, 
“Pakailah kamu bikini.. Semua orang di sana pakai baju itu. Kamu tak perlu malu.” 
Wanita ini pun tanpa segan lagi memakai bikini yang hanya menutup sebahagian dada dan pahanya. Dia pun bersuka ria terutama apabila semua lelaki memandangnya. Pada tahap ini auratnya sudah tidak direndahkan lagi.



Demikian halus, cara yang digunakan setan, sehingga manusia terjeru-mus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan. 

Jangan biarkan berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sangat sulit bagi kita untuk mengatasinya.

Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah, kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyeng-sarakan, baik di dunia maupun di akhirat.


Wallahua’lam bish Shawwab...
Sumber :  http://lutfiahalmubarak.blogspot.com



Baca Selengkapnya ....

Mualaf yang menjadi Duta Muslimah

Posted by Unknown Minggu, 28 April 2013 0 komentar



GAYA BUSANA MUSLIM – Beberapa media ternama di Inggris menyebut meroketnya jumlah mualaf di negeri mereka — sebagian besar motornya adalah kaum wanita. Sebuah riset di Eropa menyebutkan jumlah mualaf perempuan jauh lebih banyak dari laki-laki. Meski demikian, riset yang dilansir oleh Christian Science Monitor beberapa waktu lalu itu tidak menyebut angka statistik yang pasti.

Penelitian yang dilakukan untuk organisasi keanekaragaman ras Faith Matters menemukan 5.200 orang masuk Islam di Inggris tahun lalu.
“Banyak wanita yang merasa jenuh dengan gaya hidup masyarakat Barat. Mereka lebih suka pendekatan yang sifatnya lebih spiritual,”
tulis The Daily Star mengutip Fiyaz Mughal, Direktur Faith Matters.
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman :  "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat"
(QS.24 Al-Noor :30)
Katakanlah kepada wanita yang beriman : "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang [biasa] nampak daripadanya. 
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan [terhadap wanita] atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(QS.24 Al-Noor :31)

Bahkan, di antara mereka, ada juga beberapa yang sebelumnya telah terkenal. Kini mereka tak hanya menjadi muslimah, mereka juga aktif menjadi ‘duta’ umat Islam. 

Siapa sajakah mereka?

Berikut ini beberapa  di antara mereka:




HANA TAJIMA SIMPSON – Menganut Islam tahun 2000-an. Blesteran Inggris-Jepang itu tinggal di London dan dikenal sebagai salah satu ikon generasi muda Muslim modern Inggris. Ia berdakwah melalui busana.




MYRIAM FRANCOIS CERRAH – Mantan aktris cilik – pernah bermain di film sohor, Sense and Sensibility – ini memilih Islam sebagai keyakinan barunya setelah menginjak usia dewasa. Jebolan Fakultas Filsafat Universitas Cambridge ini kini dikenal sebagai penulis. Ia kini tinggal di London.




TAYYIBAH TAYLOR – Berdarah Trinidad dan menjadi Muslim setelah tinggal di Amerika Serikat. Peraih New American Media National Ethnic Journalism Award 2009 dan Media Award from the Concerned Black Clergy of Atlanta 2005 ini kini aktif berdakwah melalui Majalah.




KRISTIANE BACKER – Mantan VJ MTV Eropa ini menganut Islam tahun 1990-an. Wanita kelahiran Hamburg Jerman tahun 1965 ini menuangkan pilihannya pada Islam dalam dua bukunya, From MTV to Mecca: How Islam Has Changed My Life, dan Islam as a Way of the Heart. 

Menjadi model untuk kampanye anti-Islamophobia di negaranya.
”Aku menemukan, Alquran sarat dengan hal-hal rasional. Pandangan lamaku tentang Islam pun akhirnya berubah. Karena apa yang kupelajari, berbeda dengan anggapan orang-orang di sekitarku tentang Islam,” aku Kristiane.




SARAH JOSEPH – Tertarik menganut Islam karena terkesima dengan gerakan shalat. Ia kini pemimpin redaksi Majalah Muslimah Emel yang terbesar di Inggris. Ia rajin menuangkan pemikirannya melalui tulisan.


Sumber :  muslimahzone.com



Baca Selengkapnya ....

Busana Muslim, Etika dan Agama

Posted by Unknown Jumat, 26 April 2013 0 komentar

Kate Midleton Berbusana Muslim

GAYA BUSANA MUSLIM - Sebagaimana klaim konsep Islam sebagai agama paripurna, maka konsekuensinya adalah agama tersebut harus mencakup segala aspek kehidupan manusia. Oleh karenanya, tiada satu fenomena pun di alam ini kecuali terdapat hukumnya dalam agama tersebut, termasuk masalah etika dan budaya. 

Di sisi lain, dilihat dari segi istilah, kata etika mencakup tata krama (adab) yang disesuaikan dengan kearifan lokal dan adat istiadat setempat. Etika juga mencakup akhlak yang banyak dipengaruhi oleh norma-norma agamis yang bersifat global. 


Etika dengan pengertian pertama di atas tadi, selama tidak bertentangan dengan ajaran dan norma agama, maka selayaknya dijunjung tinggi dan dilestarikan. Jadi, sebagai orang agamis, hanya norma dan ajaran agamalah yang menjadi filter atas tata krama dan adat istiadat lokal. 

Hal itu dikarenakan, keyakinan kita akan kebenaran agama dan konsekwensi kita sebagai pemeluk agama Ilahi. Sedang berkaitan dengan etika yang berarti akhlak, dimana Islam sendiri sangat menjunjung tinggi akhlak ini -sehingga disebut sebagai penyebab diutusnya Rasul Islam sebagai penyempurna akhlak mulia- maka dapat dipastikan ia sangat sesuai dengan ajaran akal dan seruan fitrah.  

Etika dalam pengertian ini bersifat universal, global dan tidak dipengaruhi oleh batasan-batasan geografis, budaya lokal dan adat istiadat setempat. Dari sini jelaslah bahwa antara etika –dengan dua pengertian di atas- tidak mungkin terpisah dengan ajaran agama, harus tetap “dalam bingkai ajaran agama” dengan arti yang luas.
Ungkapan “Selama dalam bingkai ajaran agama” di atas tadi tidak boleh dipahami secara sempit dan tekstual, sebagaimana yang dilakukan sebagian kelompok muslim. Karena hal itu selain akan menyebabkan keluar dari maksud dan tujuan Penurun syariat, juga terjadinya penyimpangan dari hikmah penurunan syariat.
Semua mode, seni dan budaya selama tidak ada pelarangan oleh agama maka dihukumi boleh (mubah), karena hal itu masuk kategori taqrir (persetujuan)

Usaha apapun untuk memisahkan antara etika dan agama dengan mendahulukan salah satu dari yang lainnya, sama halnya dengan pencampakkan agama itu sendiri. Dari sini akhirnya, antara berbusana muslimah dengan menjaga etika Islam pun harus ada keselarasan. 



Ringkasan.

Dari tulisan ringkas ini dapat diambil kesimpulan bahwa, mode, seni, budaya dan etika yang masih masuk dalam bingkai ajaran agamalah yang sanggup menghantarkan manusia pada kesempurnaan hakiki sebagai manusia, termasuk dalam masalah mode busana yang berfungsi menjaga etika kepada Allah dan lingkungan sekitar, terkhusus sesama komunitas manusia. 

Dari sini pula akhirnya muncul apa yang disebut dengan “Mode Busana Muslimah” yang masih masuk dalam koridor ajaran agama Islam. Dan dikarenakan ajaran agama Islam bersumber dari Dzat Yang Maha Suci dan Sakral.
Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya-lah kami menyembah.
(QS.2 Al-Baqarah :138)

Maka mode busana yang bersandar pada ajaran sakral itu pun bersifat sakral pula. Jadi, segala bentuk pelecehan terhadap busana muslimah dengan berbagai modenya yang masih masuk kategori busana muslimah- sama halnya dengan melecehkan ajaran agama Allah. Selain itu, menyebarkan budaya busana muslimah, sama halnya dengan menyebarkan salah satu ajaran Allah. 



Sumber :  Busana Muslimah  Oleh: Euis Daryati


Baca Selengkapnya ....

Busana Muslim, Budaya dan Esensi Manusia

Posted by Unknown Kamis, 25 April 2013 0 komentar



GAYA BUSANA MUSLIM - Berbicara tentang mode, berarti berbicara tentang seni. Berbicara tentang seni berarti berbicara tentang budaya. Sedang pokok bahasan budaya berarti tidak lepas dari pembicaraan tentang manusia, sebagai pelaku sekaligus obyek budaya. 

Atas dasar itulah, dapat diambil konklusi bahwa, berbicara tentang mode tidak akan lepas dari pembicaraan tentang esensi manusia sebagai pondasi dasarnya, dan kesempurnaan manusia sebagai tujuan akhir segala bentuk ketaatan. Semua ini memiliki hubungan vertikal yang sangat erat kaitannya antara satu dengan lainnya. 


Melihat dari fenomena keragaman budaya yang ada di dunia ini, yang terkadang antara satu budaya dengan yang lain saling bertentangan, maka perlu ada parameter khusus yang menjadi tolok ukur persesuain budaya-budaya yang ada dengan esensi dasar manusia. Sehingga dari situ akan jelas, manakah budaya yang masih sesuai dengan esensi dasar manusia, dan manakah yang telah menyimpang darinya? 

Manusia memiliki dua dimensi; 
-  Dimensi lahiriah (bersifat materi), dan 
-  Dimensi batiniah (non-materi) yang biasa disebut dengan jiwa/ruh. 

Menurut pandangan dunia agamis, 
Kesempurnaan sejati manusia bukan terletak pada kesempurnaan sisi materi, akan tetapi, kesempurnaan sisi non-materilah yang menjadi tolok ukur kesempurnaan manusia. Oleh karena itu, dapat diambil kesimpulan bahwa, esensi dasar manusia pun terletak pada sisi non-materi dan jiwanya. 

Maka, kesempurnaan manusia terletak pada kesempurnaan jiwa dan ruhnya, bukan terletak pada kesempurnaan sisi materinya. Namun, hal ini bukan berarti sisi materi manusia harus diterlantarkan. Karena bagaimanapun juga, sisi materi dan lahiriah manusia pun memiliki peran penting dalam memberikan lahan pada kesempurnaan jiwanya.  

Tanpa dimensi materi, kesempurnaan sejati manusia –yang terletak pada sisi non-materi- tidak akan terwujud. Terbukti, semua ajaran agama tidak akan terlaksana tanpa bantuan sisi zahir dan materi manusia. 

Sisi non-materi yang menjadi esensi terpenting dari manusia adalah; akal dan fitrah. Dengan dua hal itulah akhirnya manusia dinobatkan sebagai makhluk yang paling utama dari sekian banyak makhluk-makhluk Tuhan.


Akal yang lebih banyak berfungsi untuk membedakan baik dan buruk, dan fitrah yang selalu menyeru kepada kebenaran, kebaikan, keindahan dan kesempurnaan, adalah modal utama kesempurnaan manusia. Jika dua hal itu diterlantarkan, niscaya manusia tidak layak disebut sebagai manusia seutuhnya.  Agama tidak pernah melarang manusia untuk mengikuti mode. 

Karena mode dan seni adalah salah satu pengejawantaan dari budaya. Sedang budaya adalah bagian primer dari kehidupan manusia, dimana tanpa budaya manusia tidak akan dapat menuju kesempurnaan yang diidamkan oleh hati sanubari setiap manusia berakal sehat. 

Akan tetapi, Islam adalah agama yang hendak membebaskan manusia dari berbagai bentuk perbudakan dan keterkekangan dari segala macam belenggu, termasuk diperbudak dan dikekang oleh mode.

Mode tidak lebih hanya sekedar sarana untuk mencapai kesempurnaan, bukan tujuan utama. Lantas mode, seni dan budaya yang bagaimanakah yang mampu menghantarkan manusia kepada kesempurnaan manusia? 

Hanya budaya yang bersumber dari akal sehat dan fitrah suci manusia saja yang mampu menghantarkan manusia kepada kesempurnaan sejatinya, bukan dari nafsu hewani yang hanya menjurus pada bidang material saja. Dari situ, dapat diambil benang merah bahwa, segala jenis mode yang bersumber dari akal dan fitrahlah yang mampu menghantarkan manusia untuk dapat menuju kesempurnaannya sebagai manusia.

Dengan kata lain, manusia akan menjadi ‘manusia’ dengan budaya akal dan fitrah. Sebaliknya, manusia akan menjadi ‘hewan’ jika hanya menitikberatkan pada budaya hewani yang lebih menonjolkan keindahan zahir dan sisi glamournya saja.
"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang [di dunia] dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka."
(QS.47 Muhammad :12)

Sebagaimana yang telah diketahui dalam pokok-pokok bahasan teologi bahwa, gabungan antara ajaran akal dan fitrah ini hanya terwujud pada ajaran agama. Dan karena agama di sisi Allah hanyalah Islam, maka mode, seni dan budaya yang islami-lah yang mampu menghantarkan manusia kepada kesempurnaannya.  
"Sesungguhnya agama [yang diridhai] di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian [yang ada] di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya."
(QS.3 Ali-Imran :19)
Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima [agama itu] daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. ... (QS.3 Ali-Imran :85)

Dari penjelasan di atas, akhirnya muncul apa yang disebut dengan mode islami, seni islami dan budaya Islam yang “Busana Muslimah” adalah salah satu bagian dari wujud luaran (ekstensi) konsep tersebut.

Walaupun dalam perwujudan busana muslimah akan berbeda dan dapat disesuaikan dengan kultur wilayah masing-masing, namun terdapat kriteria universal dan batasan umum sebuah busana masuk kategori busana muslimah, antara lain; bukan busana yang membuat ‘menarik perhatian’ atau ‘aneh’ baik dari sisi warna maupun bentuk (syuhrat), tidak transparan, dan lain sebagainya. 

Semua ini kembali kepada hikmah yang tersirat dalam hijab islami, bahwa hijab berfungsi sebagai penjagaan, bukan bentuk pemenjaraan dan pengekangan. Dengan hijab islami, wanita dikenal dari sisi insaniahnya, bukan sisi gendernya. Dengan hijab islami, wanita dipandang dengan pandangan Ilahi bukan pandangan syahwani.

Apakah Busana Muslim ini  Syar'i ?


Sumber :  Busana Muslimah - Oleh: Euis Daryati 



Baca Selengkapnya ....

Busana Muslimah, Sejarah perkembangan nya

Posted by Unknown Rabu, 24 April 2013 0 komentar
Busana Muslimah Indonesia

GAYA BUSANA MUSLIM - Agama tidak pernah melarang manusia untuk mengikuti mode. Karena mode dan seni adalah salah satu pengejawantaan dari budaya. Sedang budaya adalah bagian primer dari kehidupan manusia, dimana tanpa budaya manusia tidak akan dapat menuju kesempurnaan yang diidamkan oleh hati sanubari setiap manusia berakal sehat. 

Akan tetapi, Islam adalah agama yang hendak membebaskan manusia dari berbagai bentuk perbudakan dan keterkekangan dari segala macam belenggu, termasuk diperbudak dan dikekang oleh mode. 
Mode tidak lebih hanya sekedar sarana untuk mencapai kesempurnaan, bukan tujuan utama.


Sejarah busana lahir seiring dengan dengan sejarah peradaban manusia itu sendiri. Oleh karenanya, busana sudah ada sejak manusia diciptakan. Kesimpulan ini dapat diambil dari firman Allah swt yang berbunyi : 
“Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syetan sebagaimana ia telah mengeluarkan ibu-bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya..…” 

(QS.7 Al-A’raf :27)

Godaan terhadap nya
".…Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman."

(QS.7 Al-A’raf :27)

Busana memiliki fungsi yang begitu banyak, dari menutup anggota tertentu dari tubuh hingga penghias tubuh. Sebagaimana yang telah diterangkan pula oleh Allah dalam Al-Qur’an, yang mengisyaratkan akan fungsi busana ;
"Hai anak Adam (manusia) sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat."
(QS.7 Al-A’raf :26)
Melihat kembali mana yang Syar'i

Dari tata cara, bentuk dan mode berbusana, manusia dapat dinilai kepribadiannya. Dengan kata lain, cara berbusana merupakan cermin kepribadian seseorang. 

Konsekwensi sebagai manusia agamis adalah berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan agamanya. Salah satu bentuk perintah agama Islam adalah perintah untuk mengenakan busana yang menutup seluruh aurat yang tidak layak untuk dinampakkan pada orang lain yang bukan muhrim.

Dari sinilah akhirnya muncul apa yang disebut dengan istilah 
“Busana Muslimah”

Katakanlah kepada wanita yang beriman: 
"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang [biasa] nampak daripadanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada
-  Suami mereka, atau
-  Ayah mereka, atau
-  Ayah suami mereka, atau
-  Putera-putera mereka, atau
-  Putera-putera suami mereka, atau
-  Saudara-saudara laki-laki mereka, atau
-  Sutera-putera saudara laki-laki mereka, atau
-  Putera-putera saudara perempuan mereka, atau
-  Wanita-wanita Islam, atau
-  Budak-budak yang mereka miliki, atau
-  Pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan [terhadap wanita] atau
-  Anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(QS.24 Al-Noor :31)

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min : 
"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
(QS.33 Al-Ahzab :59)

Busana muslimah adalah busana yang sesuai dengan ajaran Islam, dan pengguna gaun tersebut mencerminkan seorang muslimah yang taat atas ajaran agamanya dalam tata cara berbusana. 

Busana muslimah bukan hanya sekedar symbol, melainkan dengan mengenakannya, berarti seorang perempuan telah memproklamirkan kepada makhluk Allah akan keyakinan, pandangannya terhadap dunia, dan jalan hidup yang ia tempuh, dimana semua itu didasarkan pada keyakinan mendalam terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Kuasa. 


Sumber :  Busana Muslimah; antara Mode dan Etika  Oleh: Euis Daryati 



Baca Selengkapnya ....

Test Footer

Video Jilbab Style Secret

Cara Buat Email Di Google | Copyright of Tata Busana SMK Plus Qurrota A'yun.