Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Dosa Wanita yang ada Dikepalanya

Posted by Unknown Senin, 27 Mei 2013 0 komentar

GAYA BUSANA MUSLIM - Bergembiralah jika engkau ingin berproses menjadi wanita muslimah, berbanggalah jika engkau berikrar diri sebagai wanita muslimah dan menunjukkan izzah-mu sebagai wanita muslimah. Bersyukurlah karena engkau telah menjadi penegak panji-Nya. Janganlah engkau malu, janganlah engkau bersedih karena wanita muslimah selalu ingin menjadi wanita yang bahagia, wanita yang senantiasa ceria menebarkan rahmatan lil alamin-nya din ini.

Memang semua wanita bercita-cita untuk menjadi wanita solehah dan semua lelaki juga menginginkan pasangannya itu seorang wanita solehah. Disini saya ingin berkongsi serba sedikit tips atau ciri-ciri yang boleh diamalkan untuk menjadi wanita solehah.

Wanita Shalihah atau wanita muslimah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan.

Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. 
Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya, 
“Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah”
(HR. Muslim)
Untuk menjadi wanita solehah, dari kepalanya saja sudah diatur sedemikian oleh allah, terdapat 15 dosa apabila melakukannya, diantara nya :

1. Tidak berhijab (menutup aurat).

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” ... (QS. Al-Ahzab :59)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” ... (QS. An Nuur :24)

2. Menyambung rambut / memakai konde.

Dari Asma’ binti Abi Bakr, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, 
“Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung” 
(HR. Bukhari 5591 dan Muslim 2122)

3. Mewarnai /menyemir rambut dengan warna hitam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” 
(HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, 
”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” 
(HR. Muslim)

4. Mencabut uban.

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” 
(HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih)

5. Memakai bulu mata palsu.

Fatwa: 
"...Menurut hemat saya, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. 

Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata pun tidak boleh. Juga tidak boleh memasang bulu mata palsu karena alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. 

Selayaknya seorang wanita muslimah menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah..." 
(Disampaikan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman al-Jibrin)
(Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini jilid 3, hal.80-81 cet, Darul Haq, Jakarta.)

6. Bertabarruj.

Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya: 
“Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” ... (QS. Al-Ahzaab :33)

7. Merenggangkan / mengikir gigi.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
"Melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit" 
(HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut)

Dari ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, 
“Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah."
(HR. Bukhari 4886)

8. Membuat tatto.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
"Melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit" 
(HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut)

9. Memakai jilbab gaul / tidak memenuhi syarat hijab.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” 
(Hadits shahih. Riwayat Muslim 2128 dan Ahmad 8673)

10. Memakai rambut palsu.

"Memakai wig/rambut palsu hukumnya haram, karena termasuk al-washl yaitu menyambung rambut yang diharamkan."
(Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah)

Seandainya tidak dianggap al-washl, maka wig itu menampakkan rambut si wanita lebih panjang daripada yang sebenarnya sehingga menyerupai al-washl. Padahal wanita yang melakukannya dilaknat sebagaimana disebutkan oleh hadits:
“Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambungkan rambutnya.” 
(HR. al-Bukhari 5941, 5926 dan Muslim 5530)
(Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah)

Perbuatan al-washl ini diharamkan, sama saja apakah si wanita melakukannya dengan izin suami atau tidak, karena perbuatan haram tidak terkait dengan izin dan ridha.

11. Mencukur rambut menyerupai laki-laki atau wanita kafir.

a. Potongan yang menyerupai potongan laki-laki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan: 
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” 
(HR. Bukhari)

b. Potongan yang menyerupai potongan khas wanita kafir, maka hukumnya juga haram, karena tidak boleh menyerupai orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” 
(HR. Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani)
(Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Deman Pembina Konsultasi Syariah)

12. Mencukur / mencabut bulu alis.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. 
(HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut)

13. Memakai lensa kontak berwarna untuk tabarruj.

Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata: 
"...lensa kontak berwana untuk perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk berhias bagi suaminya maka tidak mengapa. Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya tidak menimbulkan fitnah. 

Dipersyaratkan juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan alergi pada mata, pent) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur menyia-nyiakan harta (israaf) karena Allah melarangnya." 
(Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/926)

14. Operasi plastik untuk kecantikan.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya, 
“Bagaimana hukum melaksanakan operasi kecantikan dan hukum mempelajari ilmu kecantikan?”
Jawaban beliau, ”Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam. 

Pertama, 
Operasi kecantikan untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh dilakukan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan izin kepada seorang lelaki–yang terpotong hidungnya dalam peperangan–untuk membuat hidung palsu dari emas.

Kedua, 
Operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan, karena dalam sebuah hadis (disebutkan), 
‘Rasulullah melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan orang yang minta dibuatkan tato.’ 
(HR. Bukhari)
(Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hlm. 478–479)
Sumber: Majalah As-Sunnah, edisi 5, tahun IX, 1426 H/2005 M.)

15. Memakai kawat gigi untuk kecantikan / tabarruj.

Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya, “Apa hukumnya memperbaiki gigi?” 
Syaikh menjawab, “Memperbaiki gigi ini dibagi menjadi dua kategori:

Pertama, 
Jika tujuannya supaya bertambah cantik atu indah, maka ini hukumnya haram. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar terlihat lebih indah yang merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita membutuhkan hal yang demikian untuk estetika (keindahan), dengan demikian seorang laki-laki lebih layak dilarang daripada wanita.

Kedua, 
Jika seseorang memperbaikinya karena ada cacat, tidak mengapa ia melakukannya. Sebagian orang ada suatu cacat pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain. Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini dimaklumi untuk membenarkannya. 

Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat bukan termasuk menambah kecantikan. Dasar argumentasinya (dalil), Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang laki-laki yang hidungnya terpotong agar menggantinya dengan hidung palsu dari emas, yang demikian ini termasuk menghilangkan cacat bukan dimaksudkan untuk mempercantik diri.” ... Allahu a’lam. 
(Dijawab oleh Tim Redaksi Konsultasi Syariah)


Oleh : Abu Fahd Negara Tauhid



Baca Selengkapnya ....

Etika Berhias Wanita Muslimah

Posted by Unknown Sabtu, 18 Mei 2013 0 komentar

GAYA BUSANA MUSLIM - Berhias, satu kata ini biasanya amatlah identik dengan wanita. Bagaimana tidak, wanita identik dengan kata cantik. Guna mendapatkan predikat cantik inilah, seorang wanita pun berhias. Namun tahukah engkau wahai saudariku muslimah, bahwa Islam telah mengajarkan pada kita bagaimana cara berhias yang syar’i bagi seorang wanita? 

Sungguh Islam adalah agama yang sempurna. Islam tidak sepenuhnya melarang seorang wanita untuk berhias, justru ia mengajarkan cara berhias yang baik tanpa harus merugikan, apalagi merendahkan martabat wanita itu sendiri.

Saudariku muslimah yang dirahmati Allah, 
Sesungguhnya Allah ta‘ala berfirman
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” 
(QS. Al-A‘raaf, 7: 31)
Dari ayat di atas, tampaklah bahwa kebolehan untuk berhias ada pada laki-laki dan wanita. Namun ketahuilah saudariku, ada sisi perbedaan pada hukum sesuatu yang digunakan untuk berhias dan keadaan berhias antara kedua kaum tersebut. Dalam bahasan ini, kita hanya mendiskusikan tentang kaidah berhias bagi wanita.

Larangan Tabarruj

Kaidah pertama yang harus diperhatikan bagi wanita yang hendak berhias adalah hendaknya ia menghindari perbuatan tabarruj. Tabarruj secara bahasa diambil dari kata al-burj (bintang, sesuatu yang terang, dan tampak). 

Di antara maknanya adalah berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan, seperti: kepala, wajah, leher, dada, lengan, betis, dan anggota tubuh lainnya, atau menampakkan perhiasan tambahan. 

Imam asy-Syaukani berkata,
 “At-Tabarruj adalah dengan seorang wanita menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang (seharusnya) wajib untuk ditutupinya, yang mana dapat memancing syahwat (hasrat) laki-laki” 
(Fathul Qadiir karya asy- Syaukani)
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu …” 
(QS. Al-Ahzaab, 33: 33)

Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata,
 “Arti ayat ini: janganlah kalian (wahai para wanita) sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian, sebagaimana kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu, mereka tidak memiliki pengetahuan (agama) dan iman. Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita) dan sebab-sebabnya” 

(Taisiirul Kariimir Rahmaan karya Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di)

Memperhatikan Masalah Aurat

Kaidah kedua yang hendaknya engkau perhatikan wahai saudariku, seorang wanita yang berhias hendaknya ia paham mana anggota tubuhnya yang termasuk aurat dan mana yang bukan. 

Aurat sendiri adalah celah dan cela pada sesuatu, atau setiap hal yang butuh ditutup, atau setiap apa yang dirasa memalukan apabila nampak, atau apa yang ditutupi oleh manusia karena malu, atau ia juga berarti kemaluan itu sendiri (al-Mu‘jamul Wasith).

Lalu, mana saja anggota tubuh wanita yang termasuk aurat? 
Pada asalnya secara umum wanita itu adalah aurat, 

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya,
“Wanita itu aurat, apabila ia keluar (dari rumahnya) setan senantiasa mengintainya” 
(HR Tirmidzi, dinilai shahih oleh al-Albani)
Namun terdapat perincian terkait aurat wanita ketika ia di hadapan laki-laki yang bukan mahramnya, di hadapan wanita lain, atau di hadapan mahramnya.

Adapun aurat wanita di hadapan laki-laki yang bukan mahram adalah seluruh tubuhnya. Hal ini sudah merupakan ijma‘ (kesepakatan) para ulama. Hanya saja terdapat perbedaan pendapat diantara ulama terkait apakah wajah dan kedua telapak tangan termasuk aurat jika di hadapan laki-laki non mahram.

Sedangkan aurat wanita di hadapan wanita lain adalah anggota-anggota tubuh yang biasa diberi perhiasan. Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,
“Tidak boleh seorang pria melihat aurat pria lainnya, dan tidak boleh seorang wanita melihat aurat wanita lainnya” 
(Hadits shahih Riwayat Muslim, dari Abu Sa‘id al-Khudriy radhiyallaahu ‘anhu)
Syaikh al-Albani mengatakan, 
“Sedangkan perempuan muslimah di hadapan sesama perempuan muslimah maka perempuan adalah aurat kecuali bagian tubuhnya yang biasa diberi perhiasan.
Yaitu kepala, telinga, leher, bagian atas dada yang biasa diberi kalung, hasta dengan sedikit lengan atas yang biasa diberi hiasan lengan, telapak kaki, dan bagian bawah betis yang biasa diberi gelang kaki. 
Sedangkan bagian tubuh yang lain adalah aurat, tidak boleh bagi seorang muslimah demikian pula mahram dari seorang perempuan untuk melihat bagian-bagian tubuh di atas dan tidak boleh bagi perempuan tersebut untuk menampakkannya.”

Adapun tentang batasan aurat seorang wanita di hadapan mahramnya, secara garis besar ada dua pendapat ulama yang masyhur (populer) tentang batasan ini. 
  • Pertama, pendapat yang mengatakan bahwa aurat wanita di hadapan laki-laki mahramnya adalah antara pusar hingga lutut. 
  • Sedangkan pendapat kedua mengatakan, bahwa aurat wanita di hadapan laki-laki mahramnya adalah sama dengan aurat wanita di hadapan wanita lain, yakni semua bagian tubuh kecuali yang biasa diberi perhiasan.

Penulis mencukupkan diri dengan pendapat yang lebih rajih (kuat) dari Syaikh al-Albani bahwa aurat wanita di hadapan laki-laki mahramnya adalah sama sebagaimana aurat wanita di hadapan wanita lain, yakni seluruh tubuhnya kecuali bagian-bagian yang biasa diberi perhiasan.

Dalilnya adalah firman Allah ta‘ala yang artinya,
“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah mereka menampakka perhiasannya, kecuali kepada suami mereka atau ayah mereka atau ayah suami mereka atau putra-putra mereka atau putra-putra suami mereka atau saudara-saudara lelaki mereka atau putra-putra saudara perempuan mereka,atau wanita-wanita mereka, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.’” 

(QS. An-Nuur, 24: 31)
Allahu a‘lam.

Adapun untuk aurat wanita (istri) di hadapan suaminya, maka ulama sepakat bahwa tidak ada aurat antara seorang istri dan suami. Dalilnya adalah firman Allah ta‘ala
“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tidak tercela.”  

(QS. Al-Ma‘aarij, 70: 29-30)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa seorang suami dihalalkan untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar memandangi perhiasan istrinya, yaitu menyentuh dan mendatangi istrinya. Jika seorang suami dihalalkan untuk menikmati perhiasan dan keindahan istrinya, maka apalagi hanya sekedar melihat dan menyentuh tubuh istrinya.

Memperhatikan Cara Berhias yang Dilarang

Maka jika sudah tak ada lagi aurat antara suami dan istri, hendaknya seorang wanita (istri) berhias semenarik mungkin di hadapan suaminya. Seorang istri hendaknya berhias untuk suaminya dalam batasan-batasan yang disyari‘atkan. 

Karena setiap kali si istri berhias untuk tampil indah di hadapan suaminya, jelas hal itu akan lebih mengundang kecintaan suaminya kepadanya dan akan lebih merekatkan hubungan antara keduanya.

Hal ini termasuk diantara tujuan syari‘at. Bukankah salah satu ciri istri yang baik adalah yang menyenangkan ketika dipandang, wahai saudariku? 

Adapun bentuk-bentuk berhiasnya bisa dengan bermacam-macam. Mulai dari 
  • Menjaga kebersihan badan, 
  • Menyisir rambut, 
  • Mengenakan wewangian, 
  • Mengenakan baju yang menarik, 
  • Mencukur bulu kemaluan, dll.
Namun yang hendaknya dicamkan seorang istri adalah hendaknya ia berhias dengan sesuatu yang hukumnya mubah (bukan dari bahan yang haram) dan tidak memudharatkan. Tidak diperbolehkan pula untuk berhias dengan cara yang dilarang oleh Islam, yaitu:
  • Menyambung rambut (al-washl)
“Allah melaknat penyambung rambut dan orang yang minta disambung rambutnya.” 
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
  • Menato tubuh (al-wasim), 
  • Mencukur alis (an-namsh), dan 
  • Mengikir gigi (at-taflij) 
“Allah melaknat orang yang menato dan wanita yang minta ditato, wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu), yang mencukur alis dan yang minta dicukur, serta wanita yang meregangkan (mengikir) giginya untuk kecantikan, yang merubah ciptaan Allah.” 
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
  • Mengenakan wewangian bukan untuk suaminya (ketika keluar rumah)
“Setiap wanita yang menggunakan wewangian, kemudian ia keluar dan melewati sekelompok manusia agar mereka dapat mencium bau harumnya, maka ia adalah seorang pezina, dan setiap mata itu adalah pezina.” 
(Riwayat Ahmad, an-Nasa’i, dan al-Hakim dari jalan Abu Musa al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu)
  • Memanjangkan kukuNabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Yang termasuk fitrah manusia itu ada lima (yaitu): khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” 
(Riwayat Bukhari dan Muslim)
  • Berhias menyerupai kaum lelaki.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupakan diri seperti wanita dan melaknat wanita yang menyerupakan diri seperti laki-laki.” 
(Riwayat Bukhari). Hadits ini dinilai shahih oleh at-Tirmidzi.

Wahai Saudariku, 

Sungguh Allah ta‘ala yang mensyari‘atkan hukum-hukum dalam Islam lebih mengetahui segala sesuatu yang mendatangkan kebaikan bagi para hamba-Nya dan Dia-lah yang mensyari‘atkan bagi mereka hukum-hukum agama yang sangat sesuai dengan kondisi mereka di setiap zaman dan tempat. 

Maka, sudah sepantasnya bagi kita wanita muslimah untuk taat lagi tunduk kepada syari‘at Allah, termasuk di dalamnya aturan untuk berhias.


Salam Ukhuwah Fillah,


Baca Selengkapnya ....

Alasan Muslimah Enggan Berjilbab

Posted by Unknown Senin, 13 Mei 2013 0 komentar


GAYA BUSANA MUSLIM - Jadi salah besar jika ada yang mengatakan bahwa jilbab adalah hanya merupakan budaya orang arab, bukan merupakan ajaran Islam. Ini adalah pendapat liberal yang ingin menjauhkan jilbab dari sentuhan wanita-wanita muslimah. 

Menilai kewajiban berhijab dapat dilihat dari kewajiban menutup aurat bagi kaum muslim. Menutup aurat adalah kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap muslim, baik laki-laki atau perempuan. Ada perbedaan batasan aurat antara laki-laki dan perempuan.

Menurut kesepakatan para ulama, batas aurat laki-laki antara pusar sampai lutut, 
Sedangkan pada wanita adalah seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

Hukum memakai jilbab bagi wanita ditegaskan Allah swt
"Wahai para Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak wanitamu dan istri-istri orang beriman, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seleuruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." 

(QS. Al-Ahzab :59)
Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang [biasa] nampak daripadanya. 

Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan [terhadap wanita] atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. 

Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(QS.24 An-Nur :31)
”Dan kaum wanita yang berpakaian tetapi telanjang (karena pakaiannya tipis dan tembus pandang), menyimpang (dari kehormatannya) dan mengajak wanita lain untuk berbuat seperti dirinya, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mendapati aromanya, padahal aromanya bisa didapat dari jarak perjalanan sekian dan sekian.”
(HR. Muslim) 
Aku menjenguk ke surga, aku dapati kebanyakan penghuninya orang-orang fakir-miskin dan aku menjenguk ke neraka, aku dapati kebanyakan penghuninya kaum wanita.
(HR. Ahmad)

Dapat disimpulkan bahwa menutup aurat adalah salah satu dari konsekwensi yang harus dilaksanakan setelah kita komitmen menjadi seorang muslim. Seperti halnya kita mendaftar sekolah maka kita harus siap menerima konsekwensi seragam sekolah tersebut, dan seragam seorang muslim/muslimah adalah segala pakaian yang menutup aurat. 

Hijab adalah media yang digunakan sebagai penutup aurat bagi wanita, hijab yang benar adalah yang dapat menutupi kepala (kecuali wajah) sampai ke bagian dada. Saat ini sudah banyak model hijab maupun jilbab yang bisa digunakan untuk menutup aurat namun tetap tampak modis (tanpa menonjolkan lekuk tubuh).

Namun dibalik itu semua saat ini memang masih banyak wanita muslimah yang masih enggan mengenakan hijab bahkan ada yang menentang hijab dan menganggap hijab hanya bentuk budaya berpakaian bangsa Arab maupun alasan lainnya.

Berikut ini beberapa contoh alasan populer yang sering digunakan wanita muslimah yang enggan berjilbab beserta jawaban-jawabannya.

Saya nggak mau kerudungan! ... Kerudungan itu kuno
| "lha, itu zaman flinstones, lebih kuno lagi, nggak pake kerudung"

Tapi kan itu kan hal kecil, kenapa kerudungan harus dipermasalahin?!
| "yang besar2 itu semua awalnya kecil yg diremehkan" 

Yang penting kan hatinya baik, bukan lihat dari kerudungnya, fisiknya!
| "Trus ngapain salonan tiap minggu?   make-upan?   itu kan fisik?" 

Kerudungan belum tentu baik
| "Betul, yang kerudungan aja belum tentu baik, apalagi yang....(isi sendiri)" 

Saya kemarin liat ada yang kerudungan nyuri!
| "So what? .. yg nggak kerudungan juga banyak yang nyuri, gak korelasi kali"

Artinya lebih baik kerudungin hati dulu, buat hati baik!
| "Yup, ciri hati yg baik adl kerudungin kepala dan tutup aurat" 

Kalo kerudungan masih maksiat gimana? dosa kan?
| "Kalo nggak kerudungan dan maksiat dosanya malah 2" 

Kerudungan itu buat aku nggak bebas!
| "Oh, berarti lipstick, sanggul, dan ke salon itu membebaskan ya?" 

Aku nggak mau dibilang fanatik dan ekstrimis!
| "Nah, sekarang kau sudah fanatik pada sekuler dan ekstrim dalam membantah Allah" 

Kalo aku pake kerudung, nggak ada yang mau sama aku!?
| "Banyak yang kerudungan dan mereka nikah kok" 

Kalo calon suamiku gak suka gimana?
| "Berarti dia tak layak, bila didepanmu dia tak taat Allah, siapa menjamin dibelakangmu dia jujur?" 

Susah cari kerja kalo pake kerudung!
| "Lalu membantah perintah Allah demi kerja? emang yang kasi rizki siapa sih? bos atau Allah?" 

Ngapa sih agama cuma diliat dari kerudung dan jilbab?
| "Sama aja kayak sekulerisme melihat wanita hanya dari paras dan lekuk tubuh" 

Aku nggak mau diperbudak pakaian arab!
| "Ini simbol ketaatan pada Allah, justru orang arab dulu gak pake kerudung dan jilbab" 

Kerudung jilbab cuma akal2an lelaki menindas wanita
| "Perasaan yg adain miss universe laki2 deh, yg larang jilbab di prancis jg laki2" 

Aku nggak mau dikendalikan orang ttg apa yg harus aku pake!
| "Sayangnya sudah begitu, tv, majalah, sinetron, kendalikan fashionmu" 

Kerudung kan bikin panas, pusing, ketombean
| "Jutaan orang pake kerudung, nggak ada keluhan begitu, mitos aja" 

Apa nanti kata orang kalo aku pake jilbab?!
| "Katanya tadi jadi diri sendiri, nggak peduli kata orang laen" 

Kerudung dan jilbab kan nggak gaul?!
| "Lha mbak ini mau gaul atau mau menaati Allah?" 

Aku belum pengalaman pake jilbab!
| "Pake jilbab itu kayak nikah, pengalaman tidak diperlukan, keyakinan akan nyusul" 

Aku belum siap pake kerudung
| "Kematian juga nggak akan tanya kamu siap atau belum dear ?" 

Mamaku bilang jangan terlalu fanatik!
| "Bilang ke mama dengan lembut, bahwa cintamu padanya dengan menaati Allah penciptanya" 

Aku kan gak bebas kemana-mana, gak bisa nongkrong, clubbing, gosip, kan malu sama baju!
| "Bukankah itu perubahan baik?" 

Itu kan nggak wajib dalam Islam!?
| "Kalo nggak wajib, ngapain Rasul perintahin semua wanita Muslim nutup aurat?" 

Kasi aku waktu supaya aku yakin kerudungan dulu
| "Yakin itu akan diberikan Allah kalo kita sudah mau mendekat, yakin deh". 

Halah muslimah yg gak brjilbab aja ada banyak kok
| "Dah tau gak bner msh aja di ikutin"

Semua yang metutup aurat, pasti masuk surga kah?
| "Yang pasti, tak menutup aurat, tidak mengikuti Allah dan Rasul."

Kami rasa apa yang kami pakai tak seksi. Tergantung kepada individu yang memandang kami.
| "Seksi atau tidak, kau tetap berdosa walaupun hanya memperlihatkan sehelai rambutmu."

Walau kami tak berjilbab, kami tetap shalat dan puasa.
| "Apakah ibadah kalian diterima? .. Kalian yakin cuma dengan berpuasa sudah cukup untuk menjamin kau masuk surga?

Suka-suka kamilah mau pakai pakaian begini. Kami nggak bikin susah hidup orang lain.
| "Kalian sebenarnya sudah menyusahkan ayah, abang, adik, suami dan orang lain dengan menarik mereka ke neraka bersama kalian karena mereka tidak menegur dan gagal mendidik kau"

Apa yang kami pakai, ini antara kami dengan Tuhan.
| "Berani bicara di dunia, beranikah kalian bicara seperti itu di depan Allah nanti? .. Melawan perintah Allah, neraka tempatnya."

Kami pakai seksi macam ini, sebab mengikuti photographer / sutradara. (Kata artis-artis)
| "Sanggup mematuhi  instruksi mereka daripada patuh perintah Allah?"

Bukan kami tak mau menutup aurat, cuma belum sampai waktunya aja.
| "Mati tidak mengenal usia. .. Tak takut kah mati dalam usia muda? .. Tak sempat bertobat nanti."

Nggak mau membuat perubahan drastis? .. Slow-slow aja ..
| "Bisakah bicara dengan Izrail .. “tunggu sebentar, nanti dulu kau cabut nyawaku…”

Menutup aurat itu bagus tapi kami tidak mau hipokrit karena tidak ikhlas melakukannya.
| "Kalau begitu kau sebenarnya memang hipokrit karena tidak ikhlas beragama Islam."


Wahai wanita, setiap ciptaan tuhan yang berharga di dunia ini akan terlindung dan sangat sulit untuk diperoleh. 

Di mana kamu bisa dapatkan Permata?
| Tertanam jauh di perut bumi, tertutup dan terlindungi.

Dimana kamu temukan Mutiara?
| Terbenam jauh di dalam lautan, tertutup dan dilindungi oleh kulit kerang yang cantik.

Di mana kamu cari emas?
| Terperosok di lapisan bumi tertutup dengan lapisan demi lapisan tanah dan batu.

Tubuh kamu adalah suci bahkan lebih berharga dari emas maupun permata. Jadi  kamu juga perlu menutupi dan melindungi diri kamu. "

Maafkan ya kalau kata-katanya terlalu keras...
Nasehat ini ada karena adanya rasa sayang pada kalian ... semua wahai WANITA MUSLIMAH …


Silahkan direnungkan,...…
Sumber : Dirangkum dari berbagai sumber



Baca Selengkapnya ....

Ada rahasia apa dari Kemuliaan Hijab

Posted by Unknown Rabu, 08 Mei 2013 0 komentar


GAYA BUSANA MUALIM - Hadits shohih Rasulullah SAW tersebut menunjukkan betapa mulianya kedudukan seorang wanita di mata islam, karena itu tidak salah bila dinyatakan bahwa wanita adalah saudara perempuan (kakak atau adik) seorang laki-laki, ibunya, istrinya, neneknya, bibinya dan uwak perempuannya.
“Kaum Wanita adalah saudara kandung dari kaum Laki-laki atau kembaran” 
(HR-Abu Dawud)

Wanita juga merupakan seorang insan yang jika tidak ada dia tentunya tidak akan ada laki-laki, sekaligus sebagai orang yang sangat dibutuhkannya. Wanita adalah ibunda dari para Nabi dan Rasul, ibu para ulama dan orang-orang shaleh, juga seorang insan yang darinya lahir para pembesar dan pejuang nan gagah berani. 

Disamping itu, wanita beriman adalah hamba Allah yang jika ada yang menyakitinya, maka Allah menyatakan perang kepadanya.


Islam datang dengan membawa dan mengubah paradigma masa jahiliyah, pada masa itu kaum wanita hidup dalam kesengsaraan, dimana saat itu mereka membenci kelahiran anak perempuan.

Hanya dalam pangkuan dan naungan hukum dan syariat islamlah seorang wanita dan kaum perempuan memperoleh berbagai kemuliaan, penghargaan, penghormatan dan perlindungan extra, bahkan secara fulltime dan sangat sempurna.

Salah satu bukti nyata dari tingginya perhatian islam terhadap wanita adalah perintah berhijab yang berfungsi untuk melindungi dan menutupi aurat atau anggota tubuh mereka, dari pandangan kaum lelaki yang tidak berhak menyaksikannya.


Sejatinya perintah berhijab bukan dimaksud untuk mengekang kebebasan wanita, justru dibalik hijab yang dikenakan seorang wanita, banyak tersimpan beragam rahasia kemuliaan dan tersembunyi berbagai keutamaan diantaranya adalah :

  • Hijab merupakan manifestasi ketaatan kepada Allah dan Rasul.
  • Hijab adalah sarana untuk menggapai kesucian diri : Allah menjadikan kewajiban mengenakan hijab sebagai sarana bagi seorang muslimah untuk mendapatkan kesucian diri (iffah).
  • Hijab Adalah media kesucian : Allah dengan sangat tegas menjadikan hijab sebagai sarana untuk menjaga kesucian hati orang-orang yang beriman, bukan hanya bagi wanita itu sendiri, namun bagi kaum laki-laki juga.
  • Hijab merupakan tanda ketakwaan : Allah telah menjadikan orang yang paling bertaqwa diantara manusia merupakan orang yang paling mulia disisi-Nya.
  • Hijab adalah standar nilai keimanan : Allah Tidak berfirman termasuk dengan memerintahkan berhijab kecuali kepada kaum wanita-wanita yang beriman.
  • Hijab adalah bukti adanya rasa malu : malu adalah bagian dari iman dan iman tempatnya di surga.
  • Hijab merupakan ungkapan perasaan cemburu (ghirah) yang benar yang menjadi fitrah setiap orang termasuk suami yang tidak senang terhadap pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak perempuannya.


Itulah kemuliaan hijab yang dapat menjadi penolong wanita dalam pandangan islam, relakah kita menurunkan ketinggian atau menanggalkan kemuliaan dan kehormatan yang telah rosul perjuangkan melalui firman Allah yang begitu jelasnya dan indahnya? 

Tentu saja tidak, karena hijab adalah perintah dan persembahan terbaik Sang Khalik sebagai wujud kemulian wanita dalam menjaga kehornatannya.


Semoga bermanfaat.

Source : Di Balik Kemuliaan Hijab,LBKI


Baca Selengkapnya ....

Tampil Anggun dengan Baju Muslim Cantik Modern

Posted by Unknown Minggu, 05 Mei 2013 0 komentar


GAYA BUSANA MUSLIM - Banyaknya penyedia baju muslim cantik modern menunjukkan perkembangan model untuk jenis pakaian ini kian maju. Hal ini tidak lebih dikarenakan oleh peranan para desainer yang perlahan dan pasti memberikan beberapa sentuhan seni di setiap detail yang dimiliki tanpa harus mengabaikan norma-norma yang harus dipenuhi. 

Berbagai motif pun ditawarkan dengan perpaduan warna yang begitu solid sehingga menciptakan busana yang terlihat modis kala digunakan.


Berbicara tentang baju muslim cantik modern tentu tidak akan terlepas dari perkembangan model yang sedang tren saat ini. 

Model tumpuk dengan menggunakan bahan lembut dipercaya masih banyak diminati oleh sebagian besar wanita terutama untuk acara yang sifatnya resmi seperti pernikahan atau resepsi di kantor. Atau model penggunaan warna yang beragam juga layak dicoba dikarenakan perpaduan warna tersebut sangat serasi.


Bagaimana Memillih Baju Muslim Cantik Modern

Meskipun banyak model yang ditawarkan oleh beberapa penyedia baju muslim cantik modern, bukan berarti anda sembarangan dalam memilih. Dibutuhkan beberapa pertimbangan yang harus dilakukan agar busana yang telah dibeli dapat dikenakan dengan nyaman.



Salah satunya saat membeli baju muslim cantik modern adalah menyesuaikan dengan kepribadian. 

Jika pribadi anda adalah orang yang ceria, pilihlah warna-warna cerah dengan penggunaan cutting yang tidak terlalu banyak. Meskipun terlihat sederhana, namun kesan perpaduan warna yang ditampilkan akan memberikan penampilan lebih segar tanpa harus pusing dengan potongan yang diberikan.




Langkah selanjutnya adalah menyesuaikan dengan postur tubuh. 

Hindari penggunaan busana muslim yang ketat yang menonjolkan lekuk tubuh. Selain menyalahkan aturan yang diawajibkan juga akan memberi kesan jelek bila dikenakan. Dan jangan pula memilih baju muslim cantik modern yang cenderung sangat loggar yang justru akan membuat anda tenggelam pada busana tersebut.



Terakhir, sesuaikan dengan dana yang dimiliki untuk membeli satu set busana muslim. 

Tak perlu fokus kepada merk ternama hanya agar terlihat ekslusif saat mengenakannya padahal dana yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Asal tahu bagaimana memadupadankan busana dengan beberapa aksesoris akan membuat penampilan menjadi lebih modis tanpa harus mengeluarkan biaya lebih untuk itu.


Sumber :  http://www.gamisterbaru.com/




Baca Selengkapnya ....

8 Syarat Pakaian Wanita Muslimah

Posted by Unknown Jumat, 03 Mei 2013 0 komentar


GAYA BUSANA MUSLIM - Delapan Syarat Pakaian Wanita Muslimah-Pakaian wanita memang seyogyanya harus selalu diperhatikan. Diperhatikan di sini bukanmaksudnya selalu mengikuti trend atau apalah gaya-gaya yang berbusana yang ada sekarang. Boleh gaya asalkan itu sesuai dengan syariat Islam.

Sungguh Islam, adalah separangkat aturan yang sempurna bagi Ummat Manusia. Islam telah memberikan rambu-rambu yang jelas bagi ummat manusia termasuk di dalamnya adalah kaum wanita. Di dalam berapakain, Islam juga telah memberikan aturan yang jelas. Aturan yang haq, paling benar demi menuju keselamatan.



Setidaknya ada delapan aturan 
Yang mengikat wanita muslimah di saat ingin mengenakan pakaian :


1. Pakaian Wanita Harus Menutupi Aurat.

Telah berkata Aisyah .ra 
“Sesungguhnya, Asma’binti Abu Bakar menemui Nabi saw dengan memakai busana yang tipis” 
Maka nabi berpaling daripadanya dan bersabda :
“Wahai Asma’ , sesungguhnya apabila wanita itu telah baligh (sudah haid) tidak boleh dilihat daripadanya kecuali ini dan ini , sambil mengisyaratkan kepada muka dan tapak tangannya”


2. Pakaian Wanita Tidak Boleh Terlalu Tipis.

Dalam sebuah hadits shohih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini.” 
(HR.Muslim)
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, 
“Makna kasiyatun ‘ariyatun adalah para wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga dapat menggambarkan bentuk tubuhnya, pakaian tersebut belum menutupi (anggota tubuh yang wajib ditutupi dengan sempurna). Mereka memang berpakaian, namun pada hakikatnya mereka telanjang.” 
(Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah, 125-126)


3. Pakaian Wanita tidak boleh sempit sehingga menampakkan bentuk-bentuk tubuh.

Pakaian wanita di sini maksudnya harus longgar. Ini sebenarnya yang banyak juga mengundang keprihatinan kita terhadap kondisi wanita-wanita sekarang ini. 

Mereka dengan percaya dirinya mengatakan dirinya telah menutupi auratnya di saat mengenakan jilbab yang dimodifikasi tetapi biasanya masih menggunakan celana jeans, dan biasanya dipadukan dengan hanya memakai baju kaos. 

Ini merupakan cara berpakaian yang salah, walaupun mereka telah mengenakan khimar atau penutup kepala, tetapi yang bermasalah adalah celana jeans dan baju kaos yang mereka gunakan. Celana jeans dan baju kaos dapat membentuk lekuk tubuh sehingga tidak termasuk pakaian yang syar'i.


4. Anjuran Memakai Pakaian yang Berwarna Gelap atau yang semisalnya.

Menurut Ibnu Kathir di dalam tafsirnya pakaian wanita-wanita pada zaman Nabi saw ketika mereka keluar rumah berwarna hitam atau yang berwarna abu-abu.



5. Pakaian yang digunakan Tidak boleh disemprotkan parfum.

Sebagaimana aturan bahwa wanita tidak boleh memakai parfum di saat keluar rumah, begitu pula kaidah untuk pakaian yang wanita gunakan.

Hal ini dikarenakan parfum diperuntukkan untuk pria di saat keluar rumah. Dilarangnya wanita untuk memakai parfum di saat keluar rumah adalah karena Islam sangat menjaga harkat dan martabat Wanita. 

Selain itu, larangan memakai parfum bagi wanita juga untuk menghindarkan wanita dari pengaruh fitnah.
yang memakai bau-bauan ketika keluar rumah sehingga lelaki mencium baunya disifatkan oleh Rasulullah saw sebagai zaniyah, yakni pelacur atau penzina.
“Wanita apabila memakai wangi-wangian , kemudian berjalan melintasi kaum lelaki maka dia itu begini dan begini iaitu pelacur ” 
(Riwayat Abu Dawud dan Tirmizi).


6. Pakaian Wanita tidak boleh menyerupai pakaian pria.

Hal ini disandarkan pada hadits dari Rasulullah SAW :
“Rasulullah saw telah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita-wanita yang menyerupai lelaki”
(Riwayat Bukhari)


7. Pakaian itu bukanlah libasu sh-shuhrah, yakni pakaian untuk bermegah-megah.

Pakaian ini biasanya dimaksudkan untuk menunjuk-nunjuk atau bergaya. 
“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhroh di dunia, niscaya Allah akan mengenakan pakaian kehinaan padanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka.” 
(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)


8. Pakaian tersebut tidak terdapat gambar makhluk bernyawa (manusia dan hewan).

Gambar makhluk juga termasuk perhiasan. Jadi, hal ini sudah termasuk dalam larangan bertabaruj sebagaimana yang disebutkan dalam syarat kedua di atas. Ada pula dalil lain yang mendukung hal ini.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata, 
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahku, lalu di sana ada kain yang tertutup gambar (makhluk bernyawa yang memiliki ruh,)"
Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihatnya, beliau langsung merubah warnanya dan menyobeknya. 

Setelah itu beliau bersabda, 
”Sesungguhnya manusia yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah yang menyerupakan ciptaan Allah.” 
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dan ini adalah lafazhnya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, An Nasa’i dan Ahmad)


Sumber :  berbicarawanita.blogspot.com




Baca Selengkapnya ....

Muslimah Yang Cantik Pribadinya

Posted by Unknown Kamis, 02 Mei 2013 0 komentar


GAYA BUSANA MUSLIM - Setiap wanita senantiasa mendambakan kecantikan fisik. Tetapi ingat, kecantikan dari dalam yang lebih dikenal dengan istilah inner beauty adalah hal yang lebih penting daripada kecantikan fisik belaka. 

Karena, apa gunanya seorang muslimah cantik fisik tetapi tidak memiliki akhlak terpuji. Atau apa gunanya cantik fisik tetapi dibenci orang-orang sekitar karena tindak-tanduknya yang tidak baik. Karena itu, kecantikan dari dalam memang lebih diutamakan untuk menjaga citra diri seorang muslimah.

Lalu seperti apa sih muslimah yang cantik pribadinya itu, berikut ulasanya :


Menjaga kecantikan dari dalam berarti menjaga etika dan budi pekerti baik, 

Serta menggunakan anggota tubuh untuk hal-hal yang baik berdasarkan sudut pandang syariat Islam. Allah pun dengan tegas menyatakan bahwa antara ciri hamba-Nya yang baik adalah mereka yang baik ucapannya. Mereka yang apabila dihina atau dicaci oleh orang yang jahil atau tidak berilmu, mereka tidak membalasnya kecuali dengan kata-kata baik dan lemah lembut. 

Alloh berfirman disurat Al-Furqan ayat 63, yang artinya.
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang- orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan.”



Muslimah yang baik akan meninggalkan perkataan-perkataan tidak bermanfaat. 

Sebagaimana Rosululloh bersabda,
 “Termasuk dari kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan apa-apa yang tidak penting baginya.” Mengenai hadits ini, Imam Ibnu Rajab Al-Hambali mengatakan, “Kebanyakan pendapat yang ada tentang maksud meninggalkan apa-apa yang tidak penting adalah menjaga lisan dari ucapan yang tidak berguna.”
Dalam Ad-Daa`wa Ad-Dawaa`, Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menerangkan lebih lanjut, bahwa 
  • Menjaga lisan adalah agar jangan sampai seseorang mengucapkan kata-kata yang sia-sia. Apabila dia berkata hendaklah berkata yang diharapkan terdapat kebaikan padanya dan manfaat bagi agamanya. 
  • Apabila dia akan berbicara hendaklah dia pikirkan, apakah dalam ucapan yang akan dikeluarkan terdapat manfaat dan kebaikan atau tidak? 
  • Apabila tidak bermanfaat hendaklah dia diam, dan apabila bermanfaat hendaklah dia pikirkan lagi, adakah kata-kata lain yang lebih bermanfaat atau tidak? 
Supaya dia tidak menyia-nyiakan waktunya dengan yang tidak bermanfaat.”



Menjauhi perbuatan ghibah 

Yang berkaitan erat dengan lisan yang mudah bergerak dan berbicara. Maka hendaknya para muslimah memperhatikan apa-apa yang diucapkan. Jangan sampai terjatuh dalam perbuatan ghibah yang tercela. 

Bila setiap wanita muslim bisa menjaga lisan dari mengganggu atau menyakiti orang lain, insya Alloh mereka akan menjadi seorang muslimah sejati. sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim bahwa Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
 ”Seorang muslim sejati adalah bila kaum muslimin merasa selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”
Pun demikian dengan anggota tubuh lainnya, seperti mata. Untuk menjadikan sepasang mata yang indah dan mempesona, maka pandanglah kebaikan-kebaikan dari orang-orang, jangan mencari-cari keburukan mereka. Allah berfirman mengenai hal ini disurat al-Hujurat ayat 12, artinya
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain.”
Dan terpenting lagi, mempergunakan mata untuk hal-hal yang diridhai Allah dan Rasul-Nya. Hal ini berarti tidak menggunakan mata untuk bermaksiat. Pandangan mata adalah mata air kemuliaan, bukan menjadikannya duta nafsu syahwat sesaat.

Betapa banyak manusia mulia yang didera nestapa dan kehinaan, hanya karena mereka tidak dapat mengendalikan mata. Yaitu ketika matanya tidak dapat lagi menyebabkan seseorang menjadi bersyukur atas anugerah nikmat, karena dipergunakan secara zhalim. 

Seseorang muslimah yang menjaga pandangan berarti dia menjaga harga diri dan kemaluannya. Barangsiapa yang mengumbar pandangannya, maka akan terjerumus ke dalam kebinasaan. Inilah mengapa Rosul menegaskan,
 “Tundukkan pandangan kalian dan jagalah kemaluan kalian.”
Lalu peliharalah telinga dari mendengarkan musik, gosip, kata-kata keji dan sesat, atau menyebutkan kesalahan-kesalahan orang. Telinga diciptakan untuk mendengarkan Kalam Alloh dan instruksi-instruksi Rosululloh. Sepasang telinga yang indah dan baik adalah yang bisa mengambil manfaat ilmu-ilmu keislaman.

Selanjutnya tangan, tangan yang baik adalah tangan yang diulurkan untuk membantu dan menolong sesama muslim, serta bersedekah dan berzakat. Kita diberi dua tangan; satu untuk membantu kita dan satu lagi untuk membantu orang lain. Lalu Islam juga mengajarkan bahwa tangan ‘di atas’ lebih baik dari tangan ‘di bawah’. 

Tentang hal ini, suatu ketika, Rasul ditanya oleh para istrinya,   “Siapakah di antara kami yang pertama kali akan menemui engkau kelak?” 
Dengan suara bergetar, Nabi menjawab,  “Tangan siapa di antara kalian yang paling panjang, itulah yang lebih dahulu menemuiku.”
“Tangan paling panjang” yang dimaksud Rasululloh adalah yang gemar memberi sedekah kepada fakir miskin.

Maka, jaga baik-baik kedua tangan, jangan dipergunakan untuk memukul seorang muslimah lainya, dipakai untuk mengambil barang haram ataupun mencuri, jangan dipergunakan untuk menyakiti makhluk ciptaan Allah, atau dipergunakan untuk mengkhianati titipan atau amanah. Atau untuk menulis kata-kata yang tidak diperbolehkan.


Kemudian kedua kaki yang ‘indah’ adalah yang dipergunakan untuk mendatangkan keridhaan Alloh. Jagalah kedua kaki untuk tidak berjalan menuju tempat-tempat yang diharamkan atau pergi ke pintu penguasa yang kafir. 

Karena hal itu adalah kemaksiatan yang besar dan sama saja dengan merendahkan diri muslimah. Lalu jangan sekali-kali mempergunakan kaki untuk menyakiti saudara-saudari muslimah, pergunakanlah untuk berbakti kepada Allah, misalnya dengan :
  • Mendatangi masjid, 
  • Mendatangi Tempat-tempat pengajian, berjalan untuk menuntut ilmu agama serta 
  • Menyambung tali silaturahim, atau 
  • Melangkahkannya untuk berjihad di jalan-Nya.

Rasul bersabda,
“Barangsiapa yang kedua telapak kakinya berdebu di jalan Alloh, maka haram atas keduanya tersentuh api neraka.” 
Beliau menerangkan lagi, “Allah akan menjamin orang yang keluar (berjuang) di jalan-Nya, 
Seraya berfirman: 
“Sesungguhnya orang yang berangkat keluar untuk berjihad di jalan-Ku, karena keimanan kepada-Ku dan membenarkan (segala ajaran) para Rasul-Ku, maka ketahuilah bahwa Akulah yang akan menjaminnya untuk masuk ke dalam surga.”
Demikian pula dengan segenap anggota tubuh lainnya. Semuanya akan nampak indah serta mempesona apabila dipergunakan dalam rel ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Kecantikan fisik seorang muslimah bahkan sangat dipengaruhi kecantikan batin. Untuk mendapatkan tubuh yang ramping, maka cobalah untuk berbagi makanan dengan orang-orang fakir-miskin.

Kecantikan sejati seorang muslimah tidak terletak pada keelokan dan keindahan fisik atau keindahan pakaiannya. Kecantikannya sangat dipengaruhi perilaku dan ketaatannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Kecantikan sebenarnya direfleksikan dalam hati dan jiwanya.

Maka jadikan malu karena Allah sebagai perona pipinya. 
  • Zikir yang senantiasa membasahi bibir adalah lipstiknya. 
  • Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat. 
  • Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akhirat. 
  • Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu. 
  • Tangannya selalu berbuat baik kepada sesama. 
  • Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah. 
  • Gelangnya adalah tawadhu. 
  • Kalungnya adalah kesucian, dan 
  • Seluruhnya dibalut oleh hijab sebagai perisai bagi kehormatanya . 


Wallahu ’alam.

Sumber :  http://kultum.net




Baca Selengkapnya ....

7 Profesor Barat Masuk Islam Karenanya.

Posted by Unknown Selasa, 30 April 2013 0 komentar

Illustrasi
Dengan Jilbabnya Ia pun Mampu Berdakwah

GAYA BUSANA MUSLIM - Kisah yang satu ini merupakan salah satu contoh dari sekian banyak potret kehidupan seorang wanita muslimah yang begitu bangga dan merasa terhormat dengan agama yang selama ini ia telah hadir mewarnai perjalanan hidupnya . Seorang muslimah yang di hatinya terdengar keras detak syiar agama Allah .

Itualah hati yang mampu mengenal Allah dan Rasul Nya sehingga keraguan tak pernah lagi dijumpai di dalamnya. Dialah sosok seorang wanita muslimah yang hatinya selalu selalu memikul tanggung jawab da’wah. Namun sayang figur semacam ini ternyata langka untuk kita temukan. Ya memang sangat langka sekali.

Ummu Abdul Aziz, begitulah wanita ini biasa disapa dalam kesehariannya. 
Suaminya seorang dokter yang tinggal di kota Riyadh, Saudi Arabia.

Pada satu kesempatan, Ummu Abdul Aziz harus menyertai suaminya untuk menghadiri salah satu konferensi medis yang diselenggarakan di salah satu negara Eropa. Dengan langkah pasti ia iringi keberangkatan sang suami. Ya, ia sadar sekali bahwa Tuhan yang selama ini ia sembah di negaranya tak lain adalah Tuhan yang akan ia jumpai di negera eropa tersebut. 

Tuhan yang satu, Allah. Demikian pula halnya kaum Pria yang ia jumpai nya di negara asalnya, Arab Saudi. Oleh karena itu , setibanya di negara tujuan, kondisinya tidak berubah sedikitpun.

Komitmennya untuk senantiasa melaksanakan segala perintah Tuhannya ia selalu pegang dengan baik. Hal ini nampak terlihat jelas dari cara ia berpakaian. Potongan kain yang dikenakannya menutupi seluruh anggota tubuhnya.. 

Illustration

Ya Ummu Abdul Azis mengenakan pakaiannya secara lengkap sehingga tidak tak sedikitpun anggota tubuhnya yang dapat terpandang mata, meskipun ia berada di kawasan Eropa yang identik dengan mode-mode pakaian masa kini . 

Oleh karenanya wajar apabila masyarakat Eropa yang menjumpainya merasa heran dengan pemandangan yang sangat asing seperti yang ia tampakkan. Ia pun mulai menjadi pusat perhatian, seakan-akan bertanya
” Makhluk apakah yang ada di balik kain hitam ini?” 
Benar-benar pemandangan yang sungguh aneh bagi mereka. 


Pada suatu hari, beberapa wanita Eropa berkumpul mendatanginya. Rata-rata mereka adalah para profesor yang bisa dibilang sudah cukup berumur. Dialogpun akhirnya berlangsung di antara mereka (Qadaralllah ummu Abdul Aziz mampu berbahasa Inggris). 

Dengan begitu beraninya salah seorang dari mereka mengajukan sebuah pertanyaan ,
Kamu pasti berpenampilan seperti ini hanya untuk menyembunyikan cacat di badanmu bukan ?  
Atau mungkin sekedar menutupi wajahmu yang nampak tidak cantik ?? 

Ya kiranya anggapan seperti itulah yang tertanam di benak mereka selama ini terhadapnya. Ummu Abdul Azis angsung membawa mereka ke salah satu sudut ruangan , lalu membuka cadar yang selama ini menutupinya wajahnya. 

Ternyata ia nampak sebagaimana wanita normal pada umumnya , tanpa ada cacat sedikitpun sebagaimana dugaan mereka. Bahkan mungkin parasnya lebih cantik dari wanita biasanya, insya Allah. Kesempatan ini tentu tidak ia biarkan berlalu begitu saja tanpa menyampaikan sesuatu kebenaran.

Setelah memperlihatkan wajahnya , Ummu Abdul Azis langsung mulai masuk ke pembicaraan inti. Ia jelaskan kepada mereka bagaimana Islam memposisikan wanita . 

Ia paparkan sejauh mana penghormatan dan aparesiasi agama Allah ini terhadap kaum Hawa selain ia berikan gambaran tentang ajaran agama Islam secara umum.


Tahukah apa yang terjadi setelah itu ? 

Ya setelah tiga jam berlalu, sebanyak tujuh dari sepuluh Professor wanita tadi langsung mengikrarkan keislaman mereka! 

Tak lain karena Ummu Abdul Aziz atas izin Allah! Bayangkan tujuh orang Professor masuk Islam hanya dalam kurun waktu tiga jam setelah melakukan dialog.

Sebagai seorang muslimah Ummu abdul Aziz tidak merasa kecil sehingga menjadi asing dengan ajaran agamanya Kehadirannya di negara pengusung faham liberalisme yang jauh dari tata nilai sosial tersebut .

Ia tetap berpakaian muslimah sejati dan tidak mempengaruhinya untuk berganti pakaian super ketat dengan hiasan renda di sana-sini seperti perhiasan kejahiliyahan layaknya barang murahan.

Tujuh orang professor wanita menyatakan keislaman mereka . Allah pun meninggikan derajat mereka dengan agama ini. Agama yang selama ini menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi sosok seperti Ummu Abdul Aziz. 

Figur dari seorang muslimah yang berusaha untuk mengajak umat ini kepada jalan Allah. Ia fungsikan dirinya sebagai media turunnya hidayah bagi siapa yang Allah kehendaki. Dengan cara seperti ini ia mampu merubah pandangan minor mereka terhadap agama yang Allah ridhai ini.

La ilaha ilallah….
semoga Allah senantiasa memberikan taufikNya kepada dirimu, Ummu Abdul Aziz.
Allah jaga dirimu sehingga benar-benar bermanfaat bagi agama dan ummat ini. ..Amiin


Disadur dari isah tulisan: Muhammad Saleh Al Qathan - www.eramuslim.com


Baca Selengkapnya ....

Test Footer

Video Jilbab Style Secret

Cara Buat Email Di Google | Copyright of Tata Busana SMK Plus Qurrota A'yun.